Tidak terasa sebentar lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan.
Sudah saatnya kita mempersiapkan ilmu untuk menyongsong bulan suci Ramadhan ini.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat special. Di bulan
ramadhan inilah banyak sekali keutamaan-keutamaan yang kita akan kita dapatkan.
Seperti apa keutamaan atau keistimewaan bulan suci Ramadhan tersebut?
Al
Qur’anul Kariim Diturunkan Pada Bulan Ramadhan
Bulan ramadhan adalah bulan yang
penuh kemuliaan. Bulan Ramadhan ini dipilih sebagai bulan untuk melaksanakan
perintah berpuasa dan pada bulan Ramadhan ini jua Al Qur’an diturunkan.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam surah Al Baqoroh ayat
185:,
“(Beberapa hari yang
ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)
Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda. Oleh karena itu, siapa yang hadir di antara kamu (di
negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan
itu.”
Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu
Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ
أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka
ditutup, dan setan pun dibelenggu.”
Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna,
terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya
setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.”
Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena
Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti
puasa dan shalat malam.
Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan,
orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat.
Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya
pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang
mudah menjauhi maksiat ketika itu.”
Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Pada bulan ramadhan terdapat
suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam
kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat
diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ
الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ
خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul
qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam
kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
Dan Allah Ta’ala juga berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ
مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang
diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad
Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul
qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah.
Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu
‘anhuma.
Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ
عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً
يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka
pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan
do’a maka pasti dikabulkan.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ
الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa
sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.
An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini
menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal
ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika
itu.”
An Nawawi rahimahullah mengatakan pula,
“Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk
berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai
serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.” Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan sholih di
bulan Ramadhan. Sumber: https://muslim.or.id/4007-keutamaan-bulan-ramadhan.html
Tags yang terkait dengan puasa ramadhan: pengertian puasa ramadhan, syarat dan rukun puasa ramadhan, yang membatalkan puasa ramadhan, puasa ramadhan 2018, puasa ramadhan 2018 jatuh pada tanggal, makalah puasa ramadhan.

Comments
Post a Comment