Bulan Ramadhan adalah
bulan yang penuh berkah. Di bulan Ramadhan inilah akan dilipatgandakan segala amal
kebaikan, bulan penuh dengan ibadah, di buka pintu-pintu surga dan di tutup
pintu-pintu neraka.
Oleh sebab itu, bulan Ramadhan
adalah kesempatan emas yang sangat berharga yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang
yang beriman kepada Allah Ta’ala dan ingin meraih ridha-Nya.
Karena keutamaan bulan
suci Ramadhan inilah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu
menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum akan
kedatangan bulan yang penuh berkah ini.
Pada zaman dahulu, para
ulama-ulama salaf jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan, berdoa
dengan sungguh-sungguh kepada Allah Ta’ala agar mereka bisa
sampai pada bulan yang penuh kemuliaan ini, karena bulan Ramadhan ini merupakan
anugerah yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Alah Ta’ala.
Maka hendaknya seorang
muslim mengambil suri tauladan dari para
ulama salaf dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, dengan berdoa dengan
sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri untuk mendulang pahala kebaikan,
pengampunan serta keridhaan dari Allah SWT.
Tentu saja persiapan
diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan
minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika
akan buka puasa. Juga bukan dengan menyaksikan aneka program acara Televisi
yang lebih banyak merusak dan melalaikan manusia dari mengingat Allah Ta’ala dari
pada manfaatnya.
Tapi persiapan yang
dimaksud di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan
ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik
mungkin, yaitu dengan hati yang penuh ikhlas dan praktik ibadah yang sesuai
dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah SAW. Karena balasan
kebaikan/keutamaan dari semua amal shaleh yang dikerjakan manusia, sempurna
atau tidaknya, semua itu tergantung bagaimana kesempurnaan atau kurangnya
keikhlasannya dan jauh atau dekatnya praktek amal tersebut dari petunjuk Nabi SAW.
Menyambut
bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang, setidak-tidaknya berikut ini
yang bisa kita lakukan:
- Bersuka cita, bergembira dan senang. Karena Ramadhan adalah karunia Allah atas hamba-hamba-Nya.
- Bertekad untuk mengisi bulan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya. Karena bisa jadi bulan Ramdhan ini adalah yang terakhir bagi kita.
- Bertawakal dan ber-isti’anah kepada Allah. Karena tidak sekejap mata pun kebaikan akan dapat kita lakukan tanpa taufiq dan pertolongan dari-Nya.
- Bertobat kepada Allah atas segala dosa. Karena ibadah dan amal shaleh hanya mampu dikerjakan dengan hati yang bersih, dan dosa membuat hati menjadi kotor, serta jiwa menjadi lemah.
- Mulai membiasakan puasa dan ibadah yang lainnya dari sejak sekarang. Karena manusia sangat dipengaruhi kebiasaan.
- Mempelajari kembali ilmu yang berkaitan dengan ibadah puasa. Dan ini setidaknya mencakup empat ilmu:
Fadha`ilus-Shiyaam
(keutamaan puasa), agar kita memiliki motivasi yang kuat dalam menunaikan
ibadah puasa.
Hikamush-Shiyaam
(hikmah puasa), agar kita mengerti maksud Allah dalam mensyariatkan ibadah
puasa.
Ahkaamush-Shiyaam
(hukum-hukum puasa), agar kita faham sah atau tidaknya ibadah puasa kita.
Aadaabush-Shiyaam (etika puasa), agar pahala
puasa kita tidak hilang atau berkurang, dan agar kita semakin dapat
memaksimalkan raihan pahala di bulan Ramadhan.
Tags yang terkait dengan puasa ramadhan: pengertian puasa ramadhan, syarat dan rukun puasa ramadhan, yang membatalkan puasa ramadhan, puasa ramadhan 2018, puasa ramadhan 2018 jatuh pada tanggal, makalah puasa ramadhan.

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete